Di bibir yang cangkirmu
Aku ingin menyeduh sebutir rindu
Yang pahitnya lebih pahit dari kopimu
*
Pada secangkir kopi yang sedang mengepul
Ada rindu yang sedang mendinginkan diri
*
Di jamuan terakhir kita di temukan takdir
Serupa kopi dan gula dalam secangkir
Yang tanpa harus menunggu lama untuk menyepakati rasa
Karena rindu menyeduh kita secara tiba-tiba
*
Di bekas cangkir kopimu,meski yang tertinggal adalah ampasnya
Setidaknya aku bisa merebahkan seraut rindu
Agar bisa kunikmati dari sisa kecup dari bibirmu
*
Namanya juga ampas,sisa sisa dari kenikmatan yang menyeduhnya
Biarpun di kasih gula lagi dan lagi,tetap tidak akan manis
Rasanya tidak akan sama dengan kopi yang baru di seduh
Malah yang ada rasanya semakin aneh
*
Ada yang diam diam merindukanmu dalam sunyi ampas kopi
Aku; seseorang yang kau titipi candu
Sebelum kau putuskan berlalu
*
Ketika tatap tak dapat menjamahmu
Biar dengan pejam aku memangkas jarak sesampai sekat mengerucut
Lalu menjelmalah dalam pahit kopimu
Nikmatilah;itu aku
**
Tersenyumlah duhai tuanku
Biar rembulan dan gemintang cemburu
Dari pelangi yang berbinar indahnya diantara lesung pipiku
Senin, 09 Oktober 2017
Kopi
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar