Senin, 09 Oktober 2017

Kopi jalang

Meski tak secandu aroma tubuhmu
Setidaknya wangi aroma kopiku malam ini
Mampu meredakan dahaga rinduku atasmu
Yang tak mampu secara langsung aku cumbu
*
Kau adalah pahit kopiku
Yang kuseduh dengan hangat air mata
*
Dalam dekap seduhan kopi
Rindu menjelma pahit yang bisa di nikmati
*
Cangkir kusam bekas kopiku
Adalah liang lahat bagi jantung rasaku
Setiap pahit telah sirna aku teguk
Satu persatu detak rinduku telah mati
Dan telah jatuh menjadi ampas yang tak lagi kau ingini

Tidak ada komentar:

Posting Komentar